Meski secara individu, Elizabeth merasa tidak butuh bantuan orang lain. Tapi secara moral sebagai ketua komite, dia butuh dukungan massa. Karenanya Elizabeth tidak bisa menutup mata jika ada fraksi dari pilar atau kandidat lain yang ingin membangun relasi. Apa yang Mirika tawarkan sebagai keuntungan jika dirinya membangun relasi adalah. “Aku akan menyiapkan 50 mata-mata yangLanjutkan membaca “Who Should I Date? Chapter 27”
Arsip Kategori: Tidak Dikategorikan
Who Should I Date? Chapter 26
Faktanya, Elizabeth hanya merasa canggung terhadapku. Itu adalah alasan yang membuat tingkahnya terlihat kontradiktif dengan perkataannya sendiri. Tidak ada niat baginya untuk menjauh dariku. Dia hanya tidak terbiasa. Tapi perilakunya yang seperti itu, hampir saja membuatku salah paham. Begini, Elizabeth hampir tidak pernah akrab dengan siapapun. Di sekolah, karakter yang selalu ia tunjukkan adalah arogansiLanjutkan membaca “Who Should I Date? Chapter 26”
Who Should I Date? Chapter 25
Lucy mengetuk pintu kamar keemasan di hadapannya. Lagaknya seperti seorang pelayan yang memanggil tuannya agar keluar dari kamar. Sambil mengetuk pintu secara berkala. Dia berkata, “Nona Elizabeth, saya mohon bukakan pintunya. Ada hal penting yang harus saya sampaikan.” Meski begitu tidak ada jawaban. Lucy yang sudah geram karena tidak ditanggapi, dia mengeluarkan sesuatu dari sakunya.Lanjutkan membaca “Who Should I Date? Chapter 25”
Who Should I Date? Chapter 24
“Ikut dengan kami? Aku tidak ingat pernah mengundang orang sepertimu, kurasa. Baik itu kakakku atau tuanku, aku tidak ingat, sama sekali.” Chloe menghentikan langkah. Sadar kalau Mirika mengikutinya secara egois, Chloe enggan melanjutkan perjalanan. Jelas kalau aku dan Bella juga berhenti. Bahkan kami tidak tahu arah untuk pergi ke wastu Elizabeth. “Kalau begitu aku punyaLanjutkan membaca “Who Should I Date? Chapter 24”
Who Should I Date? Chapter 23
“Atas nama Nona Elizabeth, izinkan saya bertanya tentang satu hal. Apa yang telah Anda lakukan terhadap tuan saya?” Itu adalah pertanyaan yang singkat dan tegas. Tidak banyak basa-basi atau pengantar. Dia mengatakan itu tepat setelah aku membuka bekal. Jam istirahat, aku ada di dalam kelas. Aku yang baru saja membuka bekal, kini sudah kehilangan nafsuLanjutkan membaca “Who Should I Date? Chapter 23”
Who Should I Date? Chapter 22
Membuka pintu kontrakan yang rapuh, aku memberi salam pada ruang kosong. “Aku pulang … lah aku tinggal sendirian sih.” Kembali menutup pintunya dari dalam. Melepas alas kaki, meletakkan tas di tempatnya, lalu merebahkan punggung di atas kasur. Masih mengenakan seragam, tapi aku tidak perlu khawatir. Besok sudah ganti seragam, jadi tidak perlu takut kalau seragamLanjutkan membaca “Who Should I Date? Chapter 22”
Who Should I Date? Chapter 21
“Yah, begitulah masa laluku. Itu juga alasan kenapa aku berterima kasih atas dukungan darimu. Ma-maaf, kayaknya aku kebanyakan bicara, ya?” Cerita Elizabeth selesai. Aku jadi tahu sebagian besar tentangnya. Tentang alasannya menjadi ketua komite. Tentang alasannya yang memuja kedisiplinan. Tentang alasan kenapa orang-orang menyebut dirinya sebagai gadis kotor. Itu semua sudah terjawab. Juga, satu halLanjutkan membaca “Who Should I Date? Chapter 21”
Who Should I Date? Chapter 20
[Sudut Pandang Elizabeth] Aku adalah anak yang terlahir dari kesalahan. Lahir dari hasil perselingkuhan antara ayahku dan juga ibuku. Menurut cerita ayahku, ibuku meninggal saat melahirkan aku. Dia masih terlalu muda untuk hamil dan melahirkan. Karena itu dia wafat. Ternyata, di hari yang sama ketika ibuku wafat, istri sah ayahku juga melahirkan. Anak yang lahirLanjutkan membaca “Who Should I Date? Chapter 20”
Who Should I Date? Chapter 19
Kedai santai, suasananya sangat pas untuk bicara. Aku juga tidak tahu, tentang apa yang ingin Elizabeth sampaikan. Yang pasti, ini tentang pengawasanku yang akan habis besok. Duduk di kursi empuk, tepat di samping jendela kaca. Aku dan Elizabeth duduk berhadapan. Meja kosong dan kotak tisu menengahi. “Kau ingin pesan sesuatu? Karena aku yang mengajakmu hariLanjutkan membaca “Who Should I Date? Chapter 19”
Who Should I Date? Chapter 18
Negosiasi ini berujung pada hal tidak diduga. “Sudah diputuskan! Akihiko Hayate. Jika kau menjadi pacarku saat ini dan seterusnya. Aku akan membantumu menghadapi lima pilar!” katanya dengan senyum yakin penuh semangat. Ini lagi? Hela nafas … aku coba untuk menenangkan diri. Kenapa ini terjadi lagi? Bahkan, ini adalah yang ketiga kalinya sejak seorang gadis mendeklarasikanLanjutkan membaca “Who Should I Date? Chapter 18”