Aku yang berteriak saat pelantikan berlangsung. Itu dinilai dewan sebagai perbuatan tidak sopan. Jika aku tidak punya penjelasan terkait teriakan itu. Maka mungkin saja, aku akan terkena masalah. Lalu saat aku terpojok dan kebingungan. Seorang gadis aneh menyelamatkanku. Namanya Mirika, satu angkatan denganku. Dia meminta maaf mewakili dirinya dan diriku. Mengatakan kalau dia lupa mengajarikuLanjutkan membaca “Who Should I Date? Chapter 17”
Arsip Penulis:rabbanime_bussiness
Who Should I Date? Chapter 16
Elizabeth mengadu tatap dengan Aqila. Mereka saling benci dan merasa kesal. Entah untuk apa dan atas dasar apa, mereka tampak seperti musuh bebuyutan. Aqila, gadis yang menyandang gelar terhormat sebagai pilar kimia. Ciri khas yang membuat penampilannya eksentrik, adalah ikat rambut mawar dan kipas lipat. Ikat rambut mawar berwarna merah, mengikat rambutnya sehingga tidak menghalangiLanjutkan membaca “Who Should I Date? Chapter 16”
Who Should I Date? Chapter 15
Sementara Bella pergi ke kelas pagi ini, aku mengikuti Elizabeth ke aula. Momen itu adalah ketika kami berpisah, pergi ke tempat tujuan kami masing-masing. Elizabeth melirik sedikit, memberi peringatan padaku yang sekiranya awam dan tidak mengerti banyak hal. “Dengar, kau cukup diam dan perhatikan lima pilar. Jangan lakukan apapun yang semakin memperburuk keadaan.” “Se-semakin memperburuk?Lanjutkan membaca “Who Should I Date? Chapter 15”
Who Should I Date? Chapter 14
Sebagai siswa dalam masa pengawasan. Aku dilarang melamar menjadi anggota klub atau ekstrakurikuler. Padahal, aku sudah berniat sejak lama … ingin masuk klub sastra atau seni. Selain itu sepertinya, siswa dalam masa pengawasan memiliki citra yang buruk. Seperti narapidana yang hidup di tengah masyarakat. Benar-benar dikucilkan. Tidak ada yang menerima. Popularitas buruk. Lalu parahnya, semuaLanjutkan membaca “Who Should I Date? Chapter 14”
Who Should I Date? Chapter 13
Lucy menunggu sampai Elizabeth tertidur pulas. Ada beberapa hal yang mengganggu Elizabeth sehingga dia sulit untuk tertidur. Tapi dengan lembut, Lucy berhasil menenangkan tuannya. Lalu setelah tuannya tertidur, dia menunggu saat yang tepat untuk menegurku. “Jadi sekarang, kau akan tidur begitu saja tanpa bertanggung jawab? Benar-benar sampah. Tidak ada hal baik yang bisa didapatkan dariLanjutkan membaca “Who Should I Date? Chapter 13”
Who Should I Date? Chapter 12
Aku kedatangan orang lagi. Kali ini, mereka adalah dua orang pelayan wanita. Mengenakan seragam dengan nuansa hitam putih, mereka terlihat sangat cantik! Tapi, mereka ini siswa SMA, ‘kan? Aku ingat betul kalau mereka adalah Lucy dan Chloe. Dua pelayan yang selalu mengikuti Elizabeth di sekolah. Apakah ini artinya, mereka benar-benar seorang pelayan? Sebagai kesan awalLanjutkan membaca “Who Should I Date? Chapter 12”
Who Should I Date? Chapter 11
Bella memergoki diriku. Parahnya, suasana ini sangat tidak bagus untuk dilihat. Mantap, momentum kejadiannya benar-benar buruk. Matanya yang terbuka semakin melebar karena kaget dan terkejut. Berbagai pertanyaan dan kesimpulan, semuanya telah mengepul di dalam kepalanya. Bahkan dari katanya barusan, apakah aku terlihat seperti orang masokis? Ma-mana mungkin lah …. “Be-Bella. I-ini tidak seperti yang ka-kauLanjutkan membaca “Who Should I Date? Chapter 11”
Who Should I Date? Chapter 10
Ponsel berdering, membuat getaran pemanggil pada sang pemilik hingga menggeledah saku pakaiannya. Setelah tahu seseorang menghubungi dirinya lewat ponsel, dia agak ragu untuk menjawab. Tapi jika diabaikan, dia tahu bagaimana masalah akan mengikat dirinya nanti. Mendekatkan ponsel itu pada telinganya, dia mulai bicara. “Ada apa, Ayah?” Gadis berambut pirang menanyakan maksud dari panggilan sang ayah.Lanjutkan membaca “Who Should I Date? Chapter 10”
Who Should I Date? Chapter 9
Kehidupan masa SMA yang sudah aku rencanakan sematang-matangnya. Kehidupan masa SMA yang sudah aku pikirkan dengan sebaik-baiknya. Kalau sudah begini? Semua riset latihan serta eksperimen, itu semua ada gunanya??? Kurasa, tidak. Aku mendapat peringatan sebagai siswa bersalah di hari kedua sekolah. Dianggap sebagai siswa tidak senonoh dan melakukan hal mesum bersama seorang gadis. Meski akuLanjutkan membaca “Who Should I Date? Chapter 9”
Who Should I Date? Chapter 8
Biar aku jelaskan sedikit, mengenai keadaan runyam dan rumit yang aku alami sekarang. Pagi ini, aku dan Bella berangkat sekolah bersama. Entah kenapa Bella ini sangat lengket denganku. Dia jalan bersamaku hingga bahu kami saling bersentuhan. Kemudian, perlakuan kami yang seperti itu, dinilai tidak senonoh oleh Elizabeth. Elizabeth adalah ketua komite kedisiplinan di sekolah ini.Lanjutkan membaca “Who Should I Date? Chapter 8”